12 Penemu yang Meregang Nyawa karena Hasil Penemuannya Sendiri

Sejak dimulainya peradaban manusia, banyak banget penemuan yang berguna bagi kehidupan di masa yang akan datang.

12 Penemu yang Meregang Nyawa karena Hasil Penemuannya Sendiri

Penemu-penemu hebat seperti Thomas Alva Edison dengan lampu listriknya atau Alexander Graham Bell dengan teleponnya, memberikan kontribusi yang sangat besar untuk kita semua sebagai manusia. Berkat penemuan hebat, nama keduanya beserta penemu-penemu lain pun terus dikenang sepanjang masa.

Di sisi lain, enggak semua penemu bernasib beruntung. Mereka memang berhasil menemukan hal yang berguna buat kehidupan dan dikenal oleh banyak orang. Sayangnya, mereka lebih dikenal karena hasil penemuannya yang membunuh diri mereka sendiri. Ngenes, bukan?

Nah, berikut para penemu yang harus meregang nyawa akibat insiden yang disebabkan oleh hasil penemuan mereka sendiri.

  1. William Bullock (1813—1867)

Pionir mesin cetak modern ini tewas secara tragis akibat penemuannya sendiri. Saat menggunakan mesin cetak rotasi yang ditemukannya, entah kenapa Bullock menendangnya. Hal ini pun bikin kakinya nyangkut di gir berputar yang lalu menghancurkan kakinya. Akibatnya, kakinya harus diamputasi. Bullock harus meregang nyawa setelah sembilan hari dirawat karena infeksi.

 

  1. Horace Lawson Hunley (1823—1863)

Horace Lawson Hunley adalah seorang teknisi kelautan asal Amerika Serikat yang menemukan kapal selam tenaga tangan. Pada 15 Oktober 1863, Hunley melakukan uji coba kapal selamnya bersama tujuh kru lainnya. Sayangnya, kapal selam yang ditumpanginya tenggelam karena kesalahan teknis. Hunley dan krunya pun tewas.

Uniknya, kapal selam ini diangkat dan digunakan kembali. Kapal selam Hunley kembali tenggelam setelah berhasil menenggelamkan kapal dengan torpedo. Setelah diangkat pada 1995, akhirnya diketahui bahwa kapal selam Hunley tenggelam karena terkena efek ledakan torpedo yang ditembakkannya sendiri.

  1. Sylvester Howard Roper (1823—1896)

Bisa dibilang, Sylvester Howard Roper adalah pelopor otomotif di dunia. Dia adalah penemu sepeda motor dan wagon bertenaga uap. Sayangnya, Roper enggak bisa berlama-lama nikmatin penemuannya karena harus meregang nyawa pada 1 Juni 1896. Roper terkena serangan jantung setelah jatuh dari motor uapnya.

  1. Otto Lilienthal (1848—1896)

Penemu glider asal Jerman ini adalah pionir pesawat terbang. Lewat glider temuannya, semua orang di dunia enggak lagi menganggap terbang ke udara itu mustahil. Lilienthal pun membuktikannya dengan terbang bersama glider-nya. Hal ini pun menarik perhatian dunia dan membuatnya dikenal sebagai penemu. Sayangnya, Lilienthal jatuh dari glider-nya pada 9 Agustus 1896. Akibatnya, lehernya patah dan dia tewas sehari kemudian.

  1. Alexander Bogdanov (1873—1928)

Ambisi hidup awet muda ternyata enggak cuma ada di film. Realitanya, pernah ada seorang penemu yang sempat mencoba metode hidup awet muda. Sang penemu adalah Alexander Bogdanov, pionir teori filosofis bernama Tektology. Dia coba nerapin disiplin ilmunya lewat transfusi darah dengan harapan tercapai hidup abadi.

Setelah menjalani 11 kali transfusi, penglihatan Bogdanov membaik sehingga membuatnya semakin optimis. Sayangnya, transfusi yang dia lakukan setelahnya justru membuatnya tewas. Setelah diselidiki, ternyata darah yang digunakannya adalah darah pengidap malaria dan TBC.

  1. Thomas Andrews (1873—1912)

Thomas Andrews mungkin enggak cocok dikatakan sebagai penemu karena dia enggak benar-benar nemuin hal baru. Akan tetapi, karyanya sebagai seorang desainer menciptakan sebuah kapal legendaris, Titanic, enggak boleh dilupain. Seperti yang kalian tahu dari buku sejarah, Titanic tenggelam pada 15 April 1912 bersama 1635 korban jiwa, termasuk Andrews.

Meski tenggelam bersama kapal yang didesainnya, nama Andrews bukannya jadi jelek. Korban selamat menyaksikan Andrews sibuk menolong cewek dan anak-anak yang belum naik sekoci hingga kapal tenggelam. Lewat pengorbanannya, Andrews dijadiin pahlawan di tanah kelahirannya, Kota Comber, Inggris.

  1. François Reichelt (18791912)

Penjahit sekaligus penemu parasut pesawat terbang asal Austria ini lebih dikenal dengan peristiwa tragis yang menimpanya dibanding penemuannya sendiri. Reichelt tewas setelah terjun bebas dari Menara Eiffel saat ingin mencoba penemuannya, yaitu parasut yang jadi pionir parasut modern.

Saat dia pertama kali mencoba, parasut yang dirancangnya itu berhasil terbuka. Uji coba pertama ini enggak bermasalah karena Reichelt menggunakan boneka pengganti. Kesuksesan ini membuat dia ingin mencoba penemuannya sendiri. Sayangnya, parasutnya enggak terbuka saat melompat. Dia pun tewas seketika setelah mendarat ke tanah yang beku dari ketinggian sekitar 57 meter.

  1. Aurel Vlaicu (1882-1913)

Merupakan seorang insinyur, penemu, konstruktor pesawat terbang Rumania, dan pilot awal. Dia mulai membangun pesawat bertenaga pertamanya, A. Vlaicu Nr pada tanggal 1 November 1909. Dia menyelesaikan pembangunannya dalam waktu tujuh bulan dan menerbangkannya untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Juni 1910. Setelah itu ia membangun pesawat terbang lain, A. Vlaicu Nr. II. Dia juga membangun pesawat ketiga, A. Vlaicu Nr. III.

Aurel Vlaicu meninggal pada 13 September 1913, saat mencoba membuat rekaman di A. Vlaicu Nr. II. Dia berusaha menjadi orang pertama yang terbang melintasi Pegunungan Carpathian, tapi sayangnya pesawat tersebut jatuh dan meernggut nyawanya. Hhingga kini  penyebab kecelakaan Vlaicu masih belum diketahui.

  1. Sabin Arnold von Sochocky (1883—1928)

Jauh sebelum fosfor digunakan sebagai bahan baku untuk alat berpijar, radium adalah bahan baku utamanya. FYI, radium sempat jadi salah satu material paling populer di dunia pada awal abad ke-20. Karena menimbulkan radiasi dan membunuh banyak orang, radium pada akhirnya dilarang beredar. Salah satu korbannya adalah Sabin Arnold von Sochocky, penemu cat pijar berbahan dasar radium. Dia tewas setelah terkena radiasi radium yang membuatnya terkena anemia aplastik.

  1. Valerian Abakovsky (1895—1921)

Pernah ngebayangin naik kereta api yang ditenagai mesin pesawat? Dulu, penemu asal Latvia bernama Valerian Abakovsky pernah berinisiatif bikin kereta api yang menggunakan baling-baling pesawat sebagai sumber tenaga. Penemuannya ini dikenal sebagai Aerowagon dan dianggap sebagai penemuan terbesar pada masanya. Sayangnya, euforia tersebut cuma berlangsung singkat setelah Abakovsky tewas karena Aerowagon yang ditumpanginya lepas kendali selepas bertolak dari Kota Moskow. Enggak cuma Abakovsky, lima penumpang lain turut tewas.

  1. Max Valier (1895-1930)

Max Valier merupakan seorang penemu dan ilmuwan. Dia bekerja dengan direktur perusahaan Opel, Fritz von Opel, antara tahun 1928 dan 1929. Selama itu dia bekerja di sejumlah mobil bertenaga roket dan pesawat terbang. Menjelang akhir 1920-an, dia memusatkan perhatian pada pengembangan mesin roket berisi cairan. Tak lama kemudian ia mengembangkan Valier-Heylandt Rak 7, sebuah mobil roket yang menggunakan propulsi cair. Sayangnya ia terbunuh pada 17 Mei 1930, ketika sebuah mesin roket berbahan bakar alkohol meledak di bangku tesnya di Berlin.

  1. Henry Smolinski (1933—1973)

Upaya manusia buat nemuin mobil yang bisa terbang berawal tragis. Konsep mobil terbang pertama kali diinisiasi oleh penemu asal Amerika Serikat, Henry Smolinski. Bersama rekannya, Hal Blake, Smolinski ngedesain mobil terbang yang merupakan gabungan antara mobil Ford Pinto dan pesawat Cessna. Percobaan pertama sukses membuat keduanya terbang. Ini jadi secercah harapan dan bikin keduanya optimis. Sayangnya, keduanya tewas setelah jatuh bersama mobil terbang temuannya akibat sayap Cessna yang dipasang di bagian belakang copot.

*****

Meski para penemu ini terkesan konyol, meninggal akibat penemuannya sendiri, bukan berarti kita harus menganggapnya seperti itu. Mereka semua telah berjasa menemukan hal-hal yang saat ini mungkin lagi kalian gunakan. Kematian mereka juga bisa dibilang merupakan pengorbanan agar tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan fatal di masa depan.