AYOOMALL MISTERI - TEMAN “TAK” KASAT MATA

Memiliki teman ataupun sahabat adalah hal normal yang pastinya semua orang alami. Namun pernahkah kalian terpikirkan bahwa teman yang kalian anggap teman nyata ternyata adalah teman yang hanya kalian saja yang dapat melihatnya. Pernakah kalian mengalaminya?

AYOOMALL MISTERI - TEMAN “TAK” KASAT MATA

Teman adalah hal terbaik yang bisa kamu miliki. Disaat kamu tidak tau harus bercerita kepada siapa, pastinya memiliki seorang teman adalah nilai lebih disaat seperti ini. Namun apa jadinya jika teman yang kamu  banggakan ternyata hanyalah seorang teman tak kasat mata. Seperti kisahku berikut ini, yang mungkin jarang dialami oleh orang lain.

Sebut saja namaku Nadia. Seorang siswi di salah satu sekolah negeri Jakarta. Usiaku baru menginjak usia 17 tahun. Aku memiliki seorang sahabat yang aku temui disaat aku kelas 2 SMP pada saat usiaku 14 tahun. Seorang anak laki-laki yang berusia sama denganku dan biasa aku memanggilnya Tomi.

Aku mengenal Tomi itu di sebuah rumah sakit tempat aku dirawat saat aku terkena Typhus. Tomi merupakan salah satu dari sanak keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit yang sama. Kami bertemu tidak sengaja saat aku sedang keluar ruangan ingin mencari mamaku. Kebetulan Tomi lewat di depan ruang kamarku dan tidak sengaja menyenggol roda infusku.

Dari sanalah kami akhirnya menjadi dekat. Dimulai dari dia yang sering mengunjungiku, hingga sampai aku harus keluar dari rumah sakit. Kami tetap keep contact, namun hanya melalui chat. Aku seperti yang sudah nyaman sama Tomi, jadi aku selalu bercerita kepadanya, apapun itu.

Kami tidak pernah bertemu semenjak aku keluar dari rumah sakit. Bahkan di bulan keenam kami berkenalan pun Tomi masih enggan untuk aku ajak bertemu. Aku tanya dia tinggal dimana, namun dia selalu menghindari pertanyaan tersebut. Aku hanya berfikir bahwa Tomi memang tidak ingin aku tau dimana tempat tinggalnya. Hingga suatu hari di tengah malam, aku dapat sebuah pesan aneh darinya.

“Nad, besok ada waktu? Aku lg butuh kamu nih, mau cerita boleh? Nanti kita ketemuan aja, kalo boleh aku kirimin alamatnya ya”

Aku heran dan tanpa pikir panjang aku balas dengan kata “Boleh”.

Jujur aku nyaman banget sama Tomi, saking nyamannya mungkin aku ketergantungan sama dia. Bahkan aku mungkin anggep dia lebih dari sahabat aku. Mau ketemu Tomi senengnya luar biasa, aku sampe senyum-senyum sendirian. Akhirnya ketemu lagi sama Tomi. Gak lama Tomi bales sambal ngasih tau tempat kita janjian. Aku yang gak sabra pun langsung tidur supaya ketemu Tomi aku nya lagi gak keliatan kusam karna kurang tidur.

Besoknya aku bangun pagi banget, sampe mama kaget. Aku yang biasa bangun diatas jam 8, ini jam 6 aku udah bangun dan mandi. Kita janjian jam 10 di daerah rumah Tomi sih katanya. Jam 9 aku udah berangkat dari rumah dikarenakan cukup jauh alamatnya. Sekitar jam 9.50 akhirnya aku sampai di tempat kita janjian. Tapi Tomi telat ternyata, dia datang jam 10.15 dan itupun aku agak aneh sama dia. Dia yang biasanya ceria, ini kok kaya orang sakit mana mukanya pucet banget. Tomi datang dan Cuma blg “yuk” dan dia jalan lebih dulu. Aku yang mungkin cukup paham karena Tomi lagi gak mau di ganggu pun cuma ngikutin dia.

Sampai akhirnya kami sampai di depan sebuah rumah yang lagi rame banget banyak orang dan juga ada bendera kuning di depan rumah tersebut. Aku yang penasaran akhirnya nanya ke Tomi.

“Tom kita mau kemana? Kok malah kesini? Siapa yang meninggal Tom”

Namun Tomi tetap diam dan malah masuk ke dalam rumah tersebut. Aku yang emang gatau kita mau kemana, mau gak mau ikutin Tomi masuk ke dalam. Hingga di depan pintu masuk aku menemukan sebuah nisan dengan nama “Tomi Riyadi” yang kalo gak salah aku inget itu adalah nama lengkap Tomi sendiri.

Aku memberanikan diri untuk tetap masuk ke dalam dan mencari Tomi, namun Tomi tak kunjung ku temukan. Hanya ada seseorang yang terbaring di tengah ruangan dengan ditutupi kain di seluruh tubuhnya. Di posisi saat ini tidak terlalu keliatan siapa yang ada dibalik kain tersebut, namun aku mengenali sosok wanita yang pernah kulihat bersama dengan Tomi saat di rumah sakit. Sosok yang dipanggil Ibu oleh Tomi terlihat menangis di depan seseorang tersebut.

Pikiranku sudah tidak dapat ku kendalikan, hingga aku berjalan menghampiri seseorang yang terlelap tersebut dan aku langsung membuka kain tersebut. Aku shock, kaget, gatau harus ngapain. Di depanku terbaring Tomi dengan muka pucat yang tadi menjemputku di tempat kita janjian. Tomi yang selama ini menemani aku meski hanya melalui chat. Dan Tomi yang aku mulai menaruh rasa padanya.

Ibu Tomi menghampiri aku, dan bertanya jika aku Nadia atau bukan. Karena kami hanya berkenalan sekali dan itupun sekitar 6 bulan yang lalu. Aku langsung memeluk Ibu Tomi dan bertanya tentang bagaimana Tomi bisa terbujur kaku disana?

Aku yang saat itu kalut pun mencoba menenangkan diri dan mendengarkan cerita dari Ibu Tomi. Ibu Tomi mengajak aku ke sebuah kamar, yang kata beliau ini adalah kamar Tomi. Disitulah tante bercerita kepada aku. Ternyata selama ini yang sakit adalah Tomi, dia divonis dokter terkena kanker otak dan sudah stadium akhir. Diwaktu aku bertemu Tomi pertama kali itu adalah jadwal nya untuk melakukan Kemoterapi. Dan yang lebih bikin aku shock ternyata Tomi sudah terbaring di rumah sakit sejak 3 bulan yang lalu sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada malam tadi sekitar pukul 8.

Aku langsung mengecek pesan yang Tomi kirimkan tadi malam, dan itu adalah pukul 8.30 malam yang artinya Tomi udah gak ada di dunia. Airmata turun begitu deras, hingga tante harus memeluk aku. Tante bilang kalo Tomi itu pernah cerita sama tante. Dia yang tadinya gak pernah mau melakukan terapi apapun tapi semenjak ketemu sama aku Tomi giat banget untuk terapi sampai tante kaget dan senang tentunya. Meski tau kalo dia udah gak ada harapan sama sekali, tapi katanya dia tetep mau berusaha siapa tau Tuhan liat usahanya. Aku menangis pun makin deras, hingga tante membisikan aku sebuah kata yang sangat aku tunggu dan aku ingin Tomi yang menyampaikannya langsung.

“Aku sayang sama kamu Nad”
 

******

Hello gengs, balik lagi sama author nih di Ayoomall Misteri. Semoga cerita-cerita misteri lainnya dapat nemenin Malam Jumat kamu ya gengs. Gak lupa mau ngingetin nih, kalo kalian punya cerita misteri yang kalian alami, langsung aja DM Instagram @ayoomalldotcom atau Twitter @ayoomalldotcom