Fashion dan Budaya Perlawanan Musik Grunge

Tahun 90-an model celana sobek sana sini dan Kemeja Flanel itu menjadi ikon anti-fashion di dalam sebuah kumpulan yang menamakan dirinya sebagai komunitas grunge. Grunge tidak menyukai segala sesuatu yang diatur termasuk bagaimana cara mereka berpakaian.

Fashion dan Budaya Perlawanan Musik Grunge

Tren fashion di suatu negara memang berubah dari tahun ke tahun. Perubahan tersebut tidak melulu menghasilkan tren baru, ada pula fashion yang kembali menjadi tren setelah berpuluh-puluh tahun dianggap jadul.

Meskipun fashion di setiap negara berbeda, di Indonesia sendiri ada tren fashion yang muncul dari dalam negeri, tetapi ada pula yang mengikuti fashion luar negeri, di mana mayoritas berkiblat pada fashion Korea atau Western.

Melihat bagaimana tren fashion saat ini, kita bisa memprediksi fashion apa yang kira-kira akan menguat di tahun 2019 atau bahkan berlangsung sampai tahun 2020.

Tapi dikesempatan ini saya tidak ingin membahas apa tren fashion tahun 2020. Justru saya mau mengulas tren fashion yang menjadi fenomena di zamannya. Bahkan sampai saat ini, tren fashion tersebut masih cukup berkaitan pada saat ini.

 

Fashion Grunge dan Musik Grunge
Musik grunge merupakan subgenre dari alternative rock yang pertama kali muncul di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1980-an. Grunge sebenarnya merupakan istilah slank bagi orang Amerika di tahun 1965 yaitu  grungy yang berarti kotor. Istilah grunge pada dunia music pertama kali digunakan oleh band asal Seattle, Green River.

Bicara mengenai musik grunge itu sendiri, rasanya benak kita pun langsung menyebut nama Kurt Cobain dari Nirvana dan vokalis Sex Pistols, Johnny Rotten. Tak hanya mereka, nama besar lain seperti Layne Staley (Alice In Chains), Chris Cornell (Soundgarden), serta Eddie Vedder (Pearl Jam) pun punya andil besar dalam perkembangan grunge di dunia.

Banyak musisi grunge mengklaim mode pakaian yang mereka bawa ini lebih mudah, murah, tahan lama, serta tak termakan zaman. Nirvana adalah salah satu band pengusung aliran grunge yang sangat mendukung gerakan anti --fashion tersebut dengan selalu menggunakan ripped jeans disetiap aksi panggungnya. Dari sinilah keberadaan ripped jeans semakin merajalela

 

Baca pula: Modal HP bisa menjadi YOUTUBER>>>

 

Gaya hidup Cobain yang jarang merawat diri pun merupakan bentuk perlawanan terhadap gaya hidup serba mencolok dan mahal yang terjadi di era tersebut. Jika menilik pada sejarah dan pergerakannya, kemeja flanel dan musik grunge jelas memiliki visi yang sama. Kedua hal tersebut melebur menjadi satu dan menciptakan suatu bentuk perlawanan yang dilakukan secara terang-terangan untuk meraih kebebasan atas budaya sosial serba mencolok yang terjadi kala itu.


Saat ini tren fashion grunge masih digandrungi oleh banyak orang. Pembuatan kemeja flanel pun saat ini tidak lagi berbahan tebal, namun lebih disesuaikan agar dapat digunakan di segala cuaca.

Kemeja flanel pun cocok digunakan untuk berbagai acara. Bahkan Kemeja flanel masih cocok untuk pakaian kantoran, tentu saja dipadukan dengan celana jens yang rapi dan bersih. Biarkanlah jiwa liar dan berkonsep kamu yang ngerunge saja. Dengan menemukan ide-ide kreatif jadi semangat Grunge kamu.

 
Jika kalian akan menghadiri acara santai dan tidak formal, kemeja flanel dapat dipadukan dengan jeans robek, kaos dalam berwarna netral, dan sepatu usang agar penampilan kalian terlihat lebih grunge.