Film '6,9 Detik' Angkat Kisah Perjuangan Atlet Panjat Tebing Aries Susanti

Masih ingat dengan atlet panjat tebing Aries Susanti, yang memenangi emas di perhelatan Asian Games 2018 sampai dijuluki 'Spiderwoman'? Kisah nyata perjuangannya menempuh karier di bidang olahraga tersebut bakal tersaji dalam sebuah film yang berjudul '6,9 Detik'.

Film '6,9 Detik' Angkat Kisah Perjuangan Atlet Panjat Tebing Aries Susanti

Film itu disutradarai oleh Lola Amaria. Dalam '6,9 Detik' diceritakan sosok Aries Susanti Rahayu adalah atlet panjat tebing Indonesia dengan segudang prestasi. Namun, perjuangannya untuk meraih gelar bergengsi itu tak mudah. Film itu menceritakan kisah perjuangannya dari kecil sampai kini berprestasi untuk bangsa.

Lola Amaria menceritakan, film 6,9 Detik menceritakan perjalanan Aries Susanti Rahayu sejak masih kanak-kanak, remaja hingga menjadi atlet panjat tebing Indonesia asal Grobogan, Jawa Tengah, yang mampu meraih medali 2 emas di Asian Games 2018.

Nama Aries Susanti Rahayu menjadi perbincangan banyak orang setelah berhasil meraih dua medali emas di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang di dua nomor final kategori Speed Relay Putri dan Speed Relay di akhir Agustus 2018.

Tidak hanya 2 medali emas untuk negaranya, catatan waktu 6,9 detik dari dua kategori speed climbing performa dengan dinding setinggi 20 meter itu membuat Aries Susanti Rahayu mampu memecahkan rekor dunia panjat tebing.

Atlet panjat dinding nasional yang dijuluki 'Spiderwoman' karena kecepatannya memanjat tebing itu mulai dikenal setelah berhasil meraih medali emas kategori Speed Climbing Performa di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup) 2018 di Chongqing, Cina.

Saat itu Aries Susanti Rahayu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,51 detik dan mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva. Setelah Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018 di Chongqing, Cina, Aries Susanti Rahayu ikut mewakili Indonesia di Asian Games 2018.

Ada tambahan 5 medali emas dari kejuaraan panjat dinding di China dan 2 medali emas dari kejuaraan di Solo, Jawa Barat, yang didapatkan atlet kelahiran Grobogan, 21 Maret 1995, setelah Asian Games 2018.

Prestasi Aries Susanti Rahayu meraih medali emas semakin terbuka lebar setelah Asian Games 2018 dan namanya semakin dikenal. Namun siapa sangka, masa lalu kehidupan atlet nasional cabang olahraga panjat tebing tersebut begitu pilu.

Jauh sebelum dikenal, ia bahkan kerap diremehkan banyak orang.

"Masa lalu Aries Susanti Rahayu ini memprihatinkan. Tinggal di kampung yang tanahnya tandus, kering dan panas, hingga ditinggalkan ibunya yang menjadi tenaga kerja di Arab Saudi," kata Lola Amaria. Aries Susanti Rahayu pernah berjanji pada dirinya sendiri, kelak jika mendapatkan medali emas, ia akan memulangkan ibunya supaya tidak lagi bekerja di Arab Saudi.

Benar, kata Lola Amaria, Aries Susanti Rahayu mengajak pulang ibunya untuk kembali tinggal bersama dengannya di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Meski masa lalunya hidup penuh keprihatinan, Aries Susanti Rahayu mampu membuktikan dirinya dan mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Kisah hidup Aries Susanti Rahayu yang menginspirasi banyak orang itu menarik Lola Amaria untuk mengangkat cerita tersebut ke layar lebar. Rencananya, film 6,9 Detik akan diputar di seluruh bioskop Indonesia di akhir September 2019.