Film Gundala Putra Petir (2019)

Gundala Putra Petir, tokoh fiksi patriot asli Indonesia yang muncul di tahun 1969 akan muncul lagi tahun ini.  Tahun 2019 menjadi peringatan ke-50 karakter ciptaan Hasmi. Di tahun 2019 ini, Gundala muncul kembali melalui film yang disutradarai oleh Joko Anwar dengan judul yang sama.

 

Bagi masyarakat Indonesia, komik Gundala Putra Petir cukup melegenda. Gundala Putra Petir hadir menghibur anak-anak dan remaja mulai tahun 1969 hingga 1982. Komik superhero asli Indonesia itu bercerita tentang Sancaka yang mempunyai kekuatan petir.

 

'Gundala Putra Petir' dirilis komik perdana di tahun 1969. Karakter komik Gundala diciptakan oleh Harya Suraminata (Hasmi). Mengadaptasi perkembangan komik asing, Hasmi membuat 'Gundala' dengan kearifan lokal. Saat itu, kisah superhero khas Indonesia itu sangat digandrungi.

 


(Sumber Gambar: Alabn)

Kisah Gundala tak melulu terpengaruh komik luar. Hasmi terinspirasi dari tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo. Ki Ageng Selo merupakan sosok sakti yang mampu menangkap petir dengan tangannya. Nama 'Gundala' sendiri diambil dari bahasa Jawa 'Gundolo' yang artinya petir.

 

Seperti sudah sedikit disinggung di atas, komik Gundala pertama kali terbit pada tahun 1969 dengan judul Gundala Putra Petir. Lalu komik terakhirnya terbit pada tahun 1982 dengan judul Surat dari Akherat. Komik Gundala sendiri, sayangnya, tak lagi diterbitkan sejak sekitar jelang akhir 1990-an.

 

Baca Juga: Bermodal HP bisa jadi Youtuber >>>

 

Gundala punya 23 judul komik yang dirilis aktif selama rentang 13 tahun, sejak 1969 hingga 1982. Dari semua komik yang ada, Gundala terkenal punya sejumlah karakter utama yang kuat. Di jajaran sekutunya, ada Nemo, sidekick Gundala, yang sebenarnya adalah Hasmi itu sendiri. Wajahnya dibuat mirip dengan si pengarang aslinya.

 

Ini Judul-judul komik Gundala yang pernah diterbitkan:

1. Gundala Putera Petir 1969
2. Perhitungan di Planet Covox 1969
3. Dokumen Candi Hantu 1969
4. Operasi Gua Siluman 1969
5. The Trouble 1970
6. Tantangan buat Gundala 1970
7. Panik 1970
8. Kunci Petak 1970
9. Gundala vs Godam 1971
10. Bentrok Jago-Jago Dunia 1971
11. Gundala Jatuh Cinta 1971
12. Gundala Bernafas dalam Lumpur 1972
13. Gundala Cuci Nama 1973
14. 1000 Pendekar 1974
15. Dr. Jaka dan Ki Wilawuk 1975
16. Gundala sampai Ajal 1976
17. Pangkalan Pemunah Bumi 1977
18. Pengantin buat Gundala 1977
19. Bulan Madu di Planet Kuning 1978
20. Gundala Sang Senapati - Edisi 10 tahun Gundala 1979
21. Lembah Tanah Kudus – 1979
22. Istana Pelari – 1980
23. Surat dari Akherat - 1982

 

Komik berjudul Surat dari Akherat yang rilis pada 1982 menjadi cerita ke-23 sekaligus seri terakhir dari komik Gundala. Jika ingin mencarinya lagi, penggemar atau kolektor komik harus berjuang mencari di toko buku-buku bekas.

 

Karena kepopulerannya Komik Gundala hingga bertahan belasan tahun, akhirnya komik ini pun diangkat ke dalam sebuah film pada tahun 1981. Film Gundala pada tahun 1981 yang diperankan oleh Teddy Purba di bawah arahan Lilik Sudijo. Film dengan judul Gundala Putra Petir itu menjadi adaptasi perdana dari cerita komik jagoan super yang ditulis oleh Harya Suraminata atau Hasmi yang pertama kali rilis pada 1969.

 

Salah satu karya yang saat ini sedang dinantikan untuk tayang di bioskop sebenarnya pada tahun 1981 dengan judul yang sama pernah dibuatkan dalam film layar lebar yang diperankan oleh aktor Teddy Purba. Penasaran seperti apa kisah Gundala Putra Petir dalam film versi jadulnya? Film Gundala Putra Petir tahun 1969 dibintangi oleh Teddy Purba, Ami Prijono dan W.D. Mochtar.

 

 

Gundala Putra Petiir juga pernah di adaptasi ke pentas teater dalam judul “Gundala Gawat” pada tahun 2013. Pentas "Gundala Gawat" merupakan kolaborasi perdana antara Theater Gandrik dengan penyair Esai.

 

 

Kini hak terbit Gundala dipegang oleh Bumilangit dan di tahun 2019, Screenplay Pictures dan Bumilangit Studios bersama Legacy Pictures akan menghidupkan kembali Gundala dengan actor Abimana Aryasatya dan disutradarai juga ditulis naskahnya oleh Joko Anwar.

 

 
(Sumber Gambar: Cnn)

Sentuhan Joko Anwar akan menampilkan Gundala sedikit berbeda dari yang dikenal selama ini.  Namun sosok jagoan yang selalu membela masyarakat masih tetap akan menjadi sajian utamanya.

 

Film Gundala ditampilkan sedikit berbeda dari komiknya. Seperti kostum Gundala yang nampak lebih ‘wearable’ dan realistis. Mengutip dari akun instagram resmi Gundala, Joko Anwar mengatakan, “kita membuat film Gundala yang realistis. Enggak yang tiba-tiba kostumnya datang dari langit. Semuanya dibikin make sense.”

 

Joko Anwar menambahkan bahwa dalam film tersebut akan dijelaskan kenapa kostumnya menggunakan kuping (yang mirip sayap burung), googles, dan topeng. Sancaka akan diperankan oleh Abimana Aryasatya.

 

Joko Anwar, ditemui di acara press conference yang diselenggarakan oleh Screenplay Films, Bumi Langit Studio, dan juga Legacy Pictures. Di sini, ada beberapa penjelasan terkait film Gundala garapan Joko Anwar nanti.  Apa saja yang menarik?

 

Selain karena Joko Anwar yang menggarap, film Gundala ini akan menjadi penanda bangkitnya era jagoan super di Indonesia. Joko Anwar sendiri ingin film Gundala ini menjadi ajang pengenalan tokoh lokal pada anak-anak saat ini, dan ingin menjelaskan bahwa Indonesia, juga tidak kalah.

 

Baca Juga : Tribute to Srimulat >>>

 

Film Gundala dipastikan rilis pada 29 Agustus 2019 mendatang. Tanggal perilisan film yang disutradarai Joko Anwar ini disampaikan saat jumpa media perilisan poster resmi Gundala.


Joko menjelaskan, saat ini Gundala sudah memasuki tahap pascaproduksi. Ia memperkirakan Gundala sudah rampung 95 persen. Sisanya tinggal mixing suara keseluruhan film.

 

"Karakter dalam film Gundala banyak, banyak nama aktor yang udah kalian kenal muncul. Kami enggak mau buka semua supaya nanti pas nonton terbuka sedikit demi sedikit seperti lapisan bawang," kata Joko.

 

 
(Sumber Gambar: Hai Online)

Dalam poster resmi Gundala yang dirilis hari ini, terlihat ada beberapa karakter. Beberapa aktor yang terlihat dalam poster itu adalah Ario Bayu, Kelly Tandiono dan Cecep Arif Rahman yang dipastikan berperan sebagai Swara Batin.

 

Joko menjelaskan tidak ada karakter yang benar-benar jahat atau karakter yang benar-benar baik dalam Gundala. Ia memang tidak digarap seperti film pahlawan super lain yang kontras menampilkan karakter jahat dan baik.

 

Joko menjelaskan, cerita dan karakter Gundala dibuat serealistis mungkin. Ia juga berusaha menyesuaikan cerita Gundala dengan keadaan masa kini.

 

"Kami bikin dalam sebuah jalan cerita yang orang nonton seru tapi ketika pulang ada sesuatu yang mereka simpan. Sesuatu yang mereka simpan itu  adalah refleksi dari masyarakat kita sekarang," kata Joko

 

Untuk lebih lanjutnya, sampai ketemu di bioskop kesayangan anda. Jangan Lewatkan Gundala Putra Petir Tayang di Bioskop 29 Agustus 2019 (**)