Film Joker (2019), musuh besar Batman

Joker bakal menjadi film adaptasi komik DC yang siap meramaikan bioskop di Indonesia pada 2 Oktober 2019 nanti. Karakter yang diambil dari musuh besar Batman ini, akan terlihat berbeda dalam film solo perdananya nanti.

Film Joker (2019), musuh besar Batman

Banyak yang bertanya-tanya mengenai konsep seperti apa yang bakal diangkat oleh sutradara Todd Phillips dan aktor Joaquin Phoenix dalam Joker ini. Todd dan Joaquin pun menjelaskannya.

"Film ini menyampaikan tentang kurangnya cinta, trauma masa kanak-kanak, kurangnya kasih sayang di dunia. Saya pikir orang dapat menangkap pesan itu," kata Todd Phillips kepada IGN, belum lama ini.

Film yang disutradarai oleh Todd Philips dan dibintangi oleh Joaquin Phoenix ini menuai kontroversi meski telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu film terbaik di tahun 2019 ini. Joaquin Phoenix yang tampil sebagai Joker, optimis bahwa film yang ia bintangi itu akan ditanggapi secara dewasa oleh para penontonnya.

Namun, film yang mengangkat tokoh Joker yang merupakan musuh bebuyutan Batman ini telah melakukan pemutaran perdana di Venice Film Festival, Italia, Sabtu (31/8/2019).

Film Joker merupakan bagian dari DC Comics. Sinopsis film Joker 2019 kali ini menceritakan seorang komedian perlahan-lahan bangkit untuk menjadi legenda yang menakutkan di Kota Gotham pada tahun 1981.

Fleck (Nama asli Joker di Film), yang juga merawat ibunya yang sakit (Frances Conroy), mengatakan tujuan hidupnya adalah membawa tawa dan kebahagiaan. Namun kehidupannya jauh dari itu. Sebagai stand up comedian, ia gagal. Ia kerap mengalami kekerasan fisik dari orang-orang di sekitarnya. Ia pun bangkit menjadi sosok yang menakutkan sambil mengenakan kostum badut.

Baca Pula : Modal HP bisa jadi Youtuber>>>

 

PEMERAN JOKER MENGAKU MENJADI 'GILA'

Tokoh Joker kali ini akan diperankan oleh aktor Joaquin Phoenix. Joaquin Phoenix pun disebut sebagai pemeran Joker yang paling gila yang pernah muncul di layar lebar. Dikutip dari Grid, Joaquin Phoenix memerankan sosok Arthur Fleck (Joker), pria yang memiliki masalah mental kemudian berubah menjadi Joker dalam film garapan Todd Phillips.

Banyak penonton yang terpukau dengan akting Joaquin Phoenix sebagai Joker saat ditayangkan perdana di Venice Film Festival, Sabtu (31/8/2019). Ketika ditanya soal bagaimana caranya mendalami karakter ikonik DC Comics itu, Joaquin Phoenix mengaku memiliki pendekatan tersendiri.

Bersama sutradara Todd Phillips, Phoenix mendesain karakter, penampilan, dan tawa sejak 6 bulan sebelum syuting. Setelah memiliki konsep, hal pertama yang dilakukan Phoenix adalah menurunkan berat badannya yang dikabarkan mencapai sekitar 52 pon atau 23 kilogram.

"Hal pertama bagi kami adalah penurunan berat badan. Itu mempengaruhi psikologimu," ujarnya dikutip Grid.ID dari The Daily Beast, Senin (2/9/2019).

Ia mengaku menjadi gila ketika kehilangan berat badan sebanyak itu.

"Anda mulai menjadi gila ketika Anda kehilangan berat badan sejumlah itu dalam waktu sebanyak itu," ungkapnya.

Phoenix menambahkan, ia juga membaca sebuah buku tentang pembunuh politik dan calon pembunuh. Dari situ, ia mencoba untuk memecah berbagai jenis kepribadian. Dia juga menuliskan jurnal harian Arthur Fleck dan buku lelucon untuk membantu melahirkan kembali sosok Joker

"Pada awal latihan, aku diberi jurnal dan buku lelucon"

"Itu sangat membantu, karena aku telah berada di sana selama beberapa minggu dan tidak yakin bagaimana aku akan memulainya lalu Todd mengirimi jurnal kosong," jelasnya.

Awalnya ia kesulitan untuk menulis buku harian, namun setelah beberapa hari, ia akhirnya mendapatkan ide. Melihat karakternya sebagai begitu tragis, Phoenix kemudian berlatih untuk membuat tawa yang terdengar menyakitkan.

"Aku berlatih sendiri dan kemudian meminta Todd untuk menyeleksi tawaku karena aku merasa harus melakukannya di depan orang lain. Butuh waktu lama bagiku," terangnya.

Meski karakternya tampak begitu tragis, Phoenix membuat sosok Arthur sedikit lebih ringan.

"Itu bukan siksaan, itu perjuangannya untuk menemukan kebahagiaan, untuk menemukan kehangatan dan cinta," terangnya.

 

Baca Pula: Tribute to Srimulat >>>

 

Sementara itu, Phillips mengatakan Joker-nya dipengaruhi oleh studi berbagai karakter dalam film 70-an. Beberapa di antaranya Taxi Driver, The King of Comedy, Serpico, dan One Flew Over the Cuckoo's Nest .

Mayoritas kritikus memuji film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix ini. Mulai dari cerita yang gelap serta menegangkan, sampai film yang menjadi studi karakter karena menampilkan karakter yang mengidap penyakit mental.

Kritikus dari Variety, Owen Gleiberman, menilai Joker berhasil mengisahkan asal usul Joker seperti belum pernah diceritakan sebelumnya. Padahal sebelumnya karakter Joker sudah diceritakan beberapa kali lewat berbagai film Batman.

"Kami merasakan sensasi yang gila ketika Arthur, setelah keluar dari emosinya, muncul dengan rias yang urakan dengan rambut hijau, rompi oranye dan setelan jas berwarna merah," kata Gleiberman seperti dilansir Variety.

Jelas, versi terbaru dari film Joker ini akan tayang sebentar lagi. Apakah kamu sudah siap dengan joker dengan sisi gelap dan menegangkan ini. Mungkin kita baru bisa menilainya setelah menonton film tersebut dengan penuh.

******

Apa pendapatmu tentang film Joker 2019, melalui video teaser resmi yang baru saya ditayangkan ini? Apakah kamu mulai tertarik dengan Joker? Bagikan opinimu melalui kolom komentar di bawah, ya!