Gombloh di Hari Kemerdekaan

Lagu Gembay-gembar dan lagu Merah Putih, sering dinyanyikan oleh Rakyat Indonesia apalagi mendekati 17 agustus. Seakan kedua lagu itu sudah menjadi lagu kedua dan ketiga setelah lagu Indonesia Raya. Kedua Lagu tersebut diciptakan oleh Soedjarwoto Soemarsono alias GOMBLOH.

Gombloh di Hari Kemerdekaan

 

Sepenggal bait lagu Merah Putih

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engkau di dadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini
Selaras dan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharisma mu

--------- 00 -------

 

Sepenggal bait lagu Kebyar Kebyar

Indonesia
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia
Debar jantungku, getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar pelangi jingga

--------- 00 -------

 

Sepenggal dua lagu diatas adalah karya dari Alm. Gombloh.  

 

Indonesia pernah memiliki seorang seniman musik yang begitu legendaris, bahkan hingga seniman yang satu ini sudah meninggal namun namanya tetap dikenang hingga sekarang. Seniman ini adalah yang akrab disapa sebagai Gombloh lahir di Jombang Jawa timur pada tahun 1948, dan meninggal pada tahun 1988 di Surabaya Jawa Timur. Gombloh sendiri dikenal sebagai seorang seniman yang memiliki jiwa cinta tanah air yang besar, karena menciptakan beberapa lagu-lagu dengan tema nasionalisme.

 

Salah satu lagu yang bisa dibilang paling legendaris dari Alm. Gombloh adalah yang berjudul "Kebyar Kebyar", yang tentu saja bagi kita sebagai warga negara Indonesia tahu benar dengan lagu ini, karena lagu tersebut sering terdengar ketika memperingati HUT RI diseluruh nusantara. Sebenarnya lagu "Kebyar Kebyar" ini dirilis bukan dari karir solo Gombloh sendiri, melainkan bersama dengan grup musiknya ketika itu yaitu "Lemon Tree's Anno '69", dan dirilis pertama kali pada tahun 1979 dengan pada album dengan nama yang sama dengan judul lagu tersebut yaitu album "Kebyar Kebyar".

 

"Kebyar Kebyar" memang bukanlah lagu biasa, karena ketika mendengarnya bisa membakar semangat nasionalisme kita, oleh karena itu lagu seperti ini juga sangat cocok untuk membangkitkan rasa cinta kita terhadap tanah air. Selain itu nadanya yang juga begitu menghentakan jiwa, lirik lagu "Kebyar Kebyar" juga begitu puitis dengan tema nasionalis, dan hal tersebut bisa kita lihat dari penggalan lirik lagu tersebut yang berbunyi "Indonesia merah darahku putih tulangku, Bersatu dalam semangatmu, Indonesia debar jantungku getar nadiku, berbaur dalam angan-anganmu, Kebyar-kebyar, pelangi jingga". Bahkan hebatnya lagi pada bagian tengah lagu tersebut juga terdapat syair puisi yang juga mengobarkan semangat nasionalisme.

 

BAND asal Inggris, Arkarna, menyanyikan lagu Kebyar-Kebyar dalam bahasa Indonesia yang fasih. Batin saya tercekat. Sukma saya merinding. Bukan karena syair lagunya yang penuh makna dan membangkitkan nasionalisme, melainkan satu keping sejarah dan suara-suara lirih yang selama ini terabaikan.

 

Melalui lagu ini, saya tersadar bahwa kemerdekaan usai. Anak muda seperti kita harus ikut mengisinya dengan berbagai karya nyata. Suara-suara pada lagu ini hendak menunjukkan bahwa kemerdekaan ibarat bangunan yang setiap bata penyusunnya adalah rakyat Indonesia yang memiliki beragam profesi. Kemerdekaan adalah akumulasi suara-suara banyak orang yang mengalirkannya dalam berbagai warna.

 

Lagu "Merah Putih" memang bukanlah lagu biasa juga, karena ketika mendengarnya bisa merinding dan membakar semangat nasionalisme kita, oleh karena itu lagu seperti ini memang sangat cocok untuk membangkitkan rasa cinta kita terhadap tanah air. Selain itu nadanya yang juga begitu menghentakan jiwa, lirik lagu “Merah Putih” juga begitu puitus dengan tema nasionalis dan hal tersebut bisa kita lihat dari penggalan lirik lagu tersebut yang berbunyi “Berkibarlah, bendera negeriku. Berkibarlah engkau di dadaku. Tunjukkanlah kepada dunia. Semangatmu yang panas membara. Daku ingin jiwa raga ini. Selaras dan keanggunan. Daku ingin jemariku ini. Menuliskan kharisma mu.

 

Sebagai lagu yang bisa mengobarkan semangat nasionalisme, terlebih lagi sekarang juga dalam suasana bulan Agustus, dimana bulan tersebut adalah bulan untuk mempersiapkan dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia, maka tentu saja kedua lagu tersebut seperti ini sangatlah cocok.

 

Jika tekun membaca sejarah, kita akan menemui satu kesimpulan penting bahwa perjuangan kita belum usai. Masih sangat panjang. Kita bisa mengisinya dengan berkarya sepenuh hati segenap jiwa. dibidang apapun dan profesi apapun.

 

Pada diri Gombloh, kita bisa menemukan cermin untuk kembali melihat Indonesia. Kita bias menyaksikan berbagai masalah, coreng-moreng di wajah bangsa, serta betapa sedikitnya yang kita lakukan untuk mengisi bangsa ini. Pada diri Gombloh, kita menyaksikan Indonesia.

 

Pada titik ini, kita bisa mengatakan bahwa Gombloh adalah pahlawan besar yang menjadikan lirik dan lagu sebagai senjata. Ia menyajikan potret buram tanah air, sekaligus menyajikan perlunya membangkitkan semangat untuk menyeesaikan kerja-kerja yang belum tuntas. Lagu Kebyar-Kebyar menjadi pernyataan sikap Gombloh terhadap tanah air Indonesia, sebagaiman syair, “debar jantungku, getar nadiku berbaur dalam semangatmu”.