Makanan Buat Kamu, Para Pejuang Diet!

Diet sehat sangatlah penting, terlebih untuk Kamu yang memiliki gula darah tinggi atau terindikasi memiliki gula darah tinggi atau mengidap penyakit diabetes. Lantas apa sajakah makanan penurun gula darah yang baik untuk Kamu yang memiliki gula darah tinggi?

Makanan Buat Kamu, Para Pejuang Diet!

Tak perlu bingung untuk menemukan atau menentukan makanan apa saja yang baik untuk kamu yang memiliki masalah pada gula darah. Karena ada beberapa jenis makanan dan minuman yang memiliki skor indeks glikemik (GI) yang rendah.

Makanan seperti ini tidak akan menaikkan gula darah secara signifikan, sekaligus dapat membantu menghindari lonjakan gula darah. Lain halnya dengan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang menyebabkan lonjakan gula darah, makanan seperti ini harus dihindari bagi Kamu yang memiliki gula darah tinggi!

Untuk mencapai tujuan itu, selain mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter dan rajin berolahraga, kamu pun harus memperhatikan menu makanan sehari-hari. Selain menakar porsi atau jumlahnya, pilihlah makanan dengan GI rendah.

Sarapan pagi

Usahakan untuk sarapan makanan kaya serat di pagi hari. Untuk karbohidrat, bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah, sereal, atau oat. Tambah juga buah-buahan yang tidak manis. Sama seperti orang normal, untuk yang sedang diet harus makan tiga sampai empat porsi buah setiap hari.

Buah-buahan tidak manis itu seperti apel, pir, dan jeruk. Mangga boleh, tapi pilih yang tidak terlalu manis. Sedangkan buah-buahan yang harus dihindari adalah nangka, durian, anggur, karena manis. Jangan lupakan sayur mayur.

Jika mau minum susu, teh, atau kopi, silakan saja. Tapi tidak ditambah gula. Khusus susu, cari yang rendah kalori dan rendah lemak. Sekarang sudah ada susu khusus Rendah Glukosa. Lemak benaran rendah, gula juga rendah.

Makan siang

Hindari menyantap makanan yang berminyak. Kalau bisa cenderung makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus. Perhatikan gizi seimbang dengan tidak melupakan karbohidrat. Bisa mengonsumsi nasi merah atau nasi hitam.

Pola gizi seimbang itu makanan pokok sepertiga, lauk pauk sepertiga, buah-buahan juga sepertiga.

Makan malam

Makan malam sama seperti makan pagi dan makan siang, perhatikan jumlah yang ingin dikonsumsi. Jangan terlalu banyak. Perbanyak sayuran dan buah-buahan ketimbang karbohidrat. Paling penting waktu makan yang harus diperhatikan. Yang dianjurkan dua jam sebelum tidur. Namun, alangkah baiknya jika lebih jauh lagi. Misal, tidur jam 10.00 makan malam terakhir jam 06.00 sore.

Camilan

Camilan di sela-sela jam makan pagi ke jam makan siang dan jam makan siang ke jam makan malam adalah hal yang sangat penting. Memilih camilan juga tak boleh sembarangan. Tidak boleh menyantap jajanan pasar. Santaplah buah-buahan atau singkong rebus dan ubi. Jelly boleh, karena tinggi serat. Tapi jelly yang tidak manis. Bubur kacang hijau juga boleh tapi tidak ditambah gula.

Berikut ini beberapa Makanan buat kamu, para pejuang Diet, Jenis makanan penurun gula darah yang baik dengan kadar gula rendah:

- Alpukat
- Ikan yang mengandung zat omega 3: Salmon, Trout, Tuna, Halibut,
- Bawang putih
- Cuka Sari Apel
- sayuran: Bayam, Selada, Lobak hijau, Kubis, Brokoli, Pare.
- Biji Chia (Chia seed)
- Biji kakao (Bahan dasar coklat) / dark chocolate
- Buah Berry
- Almond dan Kacang Lainnya
- Telur
- Kopi
- Kayu manis
- Kunyit
- Yogurt
- Strawberry
- Tomat
- Mentimun

Itulah mengapa, kita musti mengetahui jenis-jenis makanan dan minuman yang aman untuk yang mau Diet atau mau penurun gula darah sangatlah penting. Tentu dengan tujuan agar gula darah selalu dalam taraf yang normal. Diabetes memang tidak dapat disembuhkan, namun menjaga gula darah normal bisa diupayakan agar terhindar dari bahaya penyakit gula tersebut.

Gula darah adalah bahan bakar dalam tubuh yang fungsinya sebagai energi untuk kerja otak, sistem saraf, dan organ tubuh yang lainnya. Gula darah dalam tubuh diperoleh dan dihasilkan dari sumber makanan yang kita makan, seperti lemak, karbohidrat, dan protein.

Nah, kadar gula dalam tubuh ini, harus berada dalam ukuran yang normal, tidak terlalu tinggi, ataupun terlalu rendah, agar kinerjanya pada organ tubuh lainnya tetap sehat dan normal.