Mayoritas DPR AS Sepakat Donald Trump Wajib Lengser

Keputusan ini diambil setelah 230 mayoritas anggota parlemen menyatakan setuju, sedangkan 198 lainnya menolak. Mayoritas penolak berasal dari Partai Republik, partai yang mengantarkan Trump ke kursi kepresidenan AS.

Mayoritas DPR AS Sepakat Donald Trump Wajib Lengser

House of Representatives, atau dikenal sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat memutuskan untuk melengserkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald J Trump. Para anggota dewan yakin sang kepala negara telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Keputusan ini diambil setelah 230 mayoritas anggota parlemen menyatakan setuju, sedangkan 198 lainnya menolak. Mayoritas penolak berasal dari Partai Republik, partai yang mengantarkan Trump ke kursi kepresidenan AS.

Dalam sidang, dewan memasukkan dua pasal yang dianggap telah dilanggar oleh Trump selama menduduki kursi kepresidenan. Kedua pasal itu adalah "kejahatan tinggi dan pelanggaran ringan", demikian laporan dari NY Times.

"Selama berabad-abad rakyat Amerika berjuang dan mati demi membela demokrasi bagi rakyatnya, tapi sangat sedih sekarang visi pendiri republik kita terancam karena tindakan Gedung Putih," jelas Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, seperti dilansir BBC, Kamis (19/12).

"Jika kita tidak bertindak sekarang, kita akan mengabaikan kewajiban kita. Ini menyedihkan tindakan kecerobohan Trump membuatnya harus dimakzulkan. Tak ada pilihan lain," lanjutnya.

Sementara Petinggi Republik, yang juga Anggota Komite Kehakiman DPR, Doug Collins menuding penyelidikan Demokrat tak adil dan tidak sah. "Ini adalah pemakzulan berdasar pada praduga," ujarnya.

Pemakzulan ini menjadikan Trump sebagai presiden ketiga yang menghadapi pemakzulan oleh DPR. Namun demikian, pemakzulan ini belum tentu berjalan lancar, sebab keputusan DPR akan dibahas kembali oleh Senat AS, di mana mayoritas anggotanya kebanyakan berasal dari Partai Republik.

Tidak lama setelah proses pemakzulan selesai, akhirnya Trump menyuarakan pendapatnya. Melalui akun Twitter resmi miliknya, Trump tetap mengaku tidak bersalah dan menuduh para anggota dewan dari Partai Demokrat telah melakukan kudeta.

"Kalian percaya saya akan dimakzulkan hari ini oleh kubu Kiri Radikal, Demokrat Tak Berbuat, dan SAYA TIDAK BERBUAT SALAH," kata Trump dalam kicauannya di Twitter.

"Parah sekali. Baca transkripnya. Ini harusnya tidak pernah terjadi terhadap presiden lainnya. Doakan!"

Ketika anggota DPR masih berdebat di gedung parlemen, Trump kembali meracau di Twitter untuk menyatakan kekesalannya.

"JAHAT SEKALI KEBOHONGAN KIRI RADIKAL, DEMOKRAT TAK BERBUAT. INI ADALAH PENGHINAAN TERHADAP AMERIKA DAN PARTAI REPUBLIKAN!!!", kata Trump.