Negeri di Atas Awan, wisata dekat Jakarta Sementara ditutup

Wisatawan yang datang tentunya penanasaran dan ingin melihat langsung panorama hamparan awan dari atas gunung Luhur yang sempat viral di media sosial. Namun, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negeri di atas awan untuk melihat panorama hamparan awan dari atas gunung harus bersabar.

Negeri di Atas Awan, wisata dekat Jakarta Sementara ditutup
(Sumber Gambar: Kompas online)

Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Luli Agustina mengatakan, Gunung Luhur ditutup sementara lantaran khawatir akan terjadi lonjakan pengunjung seperti pada pekan lalu. Pada saat itu, pengunjung membludak hingga menyebabkan macet parah.

jika pengunjung membludak, negeri di atas awan Gunung Luhur akan tampak seperti lautan manusia. Kemacetan pernah terjadi sekitar 8 kilometer, Perlu 6 jam urai macet. Namun tetap tidak mengurangi pesona negeri di atas awan lantaran ada banyak spot untuk melihat hamparan awan di Gunung Luhur.


(Sumber Gambar: Kompas online)

Tempat viral dan dipadati wisatawan domestik, kini objek wisata Negeri di atas awan yang ada di Gunung Luhur, Desa Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten saat ini ditutup. Para wisatawan diimbau untuk tidak berkunjung ke destinasi wisata ini untuk sementara waktu hingga pembangunan fasilitas penunjang wisatanya rampung.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata Lebak, Luli Agustina mengimbau masyarakat untuk berwisata di objek lain. Dia mengatakan bahwa Kabupaten Lebak masih memiliki pilihan tempat wisata yang tidak kalah menarik dengan Negeri di atas awan.

“Kami menyarankan untuk memilih alternatif destinasi wisata yang lain seperti wisata budaya Badui di Kecamatan Leuwidamar, atau wisata Hutan adat Meranti di Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang, maupun Kebun teh Cikuya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber,” terang Luli Agustina dalam keterangan resminya, Senin (30/09/2019).

Luli merekomendasikan masyarakat untuk mencoba berwisata ke Pemukiman Suku Badui di Kecamatan Leuwidamar yang telah menjadi ikon wisata Lebak sejak lama. Cara hidup suku Badui yang mempunyai karakteristik tersendiri ditambah keasrian tanah adat para Suku Badui di Desa Kanekes ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Dia juga merekomendasikan Hutan adat Meranti di Kecamatan Muncang. Wisata alam yang merupakan area hutan adat Kasepuhan Karang ini punya banyak titik untuk berfoto. Aktivitas berkemah juga bisa dilakukan di sini yang didukung suasana asri dengan panorama yang indah.

Wisata alam Kebun teh Cikuya di kecamatan Cibeber juga bisa dijadikan pilihan wisata alam yang keindahannya tidak kalah dengan kebun teh di Bogor. Destinasi wisata ini memang sudah sejak lama menjadi pilihan wisatawan yang gemar dengan wisata alam dengan suguhan udara sejuk dan bentang panorama alam yang indah.

“Pesona keragaman geodiversity destinasi wisata di Kabupaten Lebak banyak memberikan atraksi wisata menarik sebagai alternatif lain kunjungan wisata di waktu weekend,” terangnya.

Meski sudah ditutup, ternyata tak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke wisata alam yang ramai diperguncingkan di dunia maya. Wisatawan banyak yang penasaran dengan keindahan hamparan awan yang tengah viral di media sosial.

Pengelola wisata Negeri di atas awan Sukmadi Jaya Rukmana mengaku masih ada wisatawan yang berkunjung ke Negeri di atas awan. Namun, jumlahnya saat ini sudah berkurang jika dibanding pada akhir pekan sebelumnya.

“Antusias wisatawan memang cukup tinggi untuk datang ke Gunung luhur, mereka sebenarnya sudah tau adanya penutupan sementara. Tapi kami dari pengelola tetap mengkondisikan wisatawan yang tetap memaksakan diri untuk berkunjung, seperti untuk yang menggunakan roda 4 kami kondisikan di Kampung Ciusul agar mereka bisa nyaman,” terang Sukmadi Jaya Rukmana.

Baca Juga: Cara Jadi Youtuber hanya menggunakan HP>>>

Dilanjutkan, pembangunan akses jalan masih dalam pengerjaan dan dilihatnya menjadi lebih kondusif dibanding pekan lalu. Petugas kepolisian juga sebenarnya telah berjaga di wisata tersebut untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak berkunjung ke lokasi ini sementara waktu.

“Gunung luhur lebih kondusif sekarang, pembangunan jalan juga lebih lancar,” katanya.

Kondisi membludaknya wisatawan di Negeri di atas awan disebutnya hanya terjadi di pekan lalu. Viralnya destinasi wisata ini di media sosial disebutnya menjadi alasan tingginya pengunjung pada hari tersebut yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Beberapa pekan ke belakang ini, objek wisata Gunung Luhur banyak dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran dengan panorama hamparan awan. Pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Banten saja, tapi dari luar provinsi hingga ada wisatawan dari luar negeri yang juga penasaran dengan keindahan negeri di atas awan Gunung Luhur.

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mempunyai destinasi wisata yang kini ramai dikunjungi ribuan orang, yakni negeri di atas awan Gunung Luhur yang terletak di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber. Desa tersebut masuk di dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).


(Sumber Gambar: Kompas online)

Pesona yang ditawarkan destinasi tersebut yakni panorama hamparan awan yang dapat dilihat dari atas gunung. Meskipun disebut gunung, namun ketinggian Gunung Luhur hanya 901 di atas laut (Mdpl). Namun, bagi wisatawan yang ingin menikmati hamparan awan di Gunung Luhur harus sudah berada di lokasi antara pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Destinasi wisata ini hanya berjarak 3 jam dari Jakarta, tepatnya di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, yang masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Pesona yang ditawarkan di sini adalah panorama hamparan awan  dilihat dari atas gunung.

Spot utama memang di atas bukit yang sudah disediakan. Namun, di sini di sepanjang jalan ke atas bukit juga ada tempat-tempat terbuka untuk menikmati pemandangan, dan tidak kalah indahnya dengan di atas.

Sejak viral di media sosial, jumlah pengunjung negeri di atas awan Gunung Luhur mencapai ribuan orang setiap akhir pekan. Peningkatan pengunjung mulai terjadi sejak Juni atau setelah Lebaran Idul Fitri.

Pada pekan kedua bulan Juni, tercatat 3.248 orang mengunjungi Gunung Luhur. Mulai paling ramai itu memang mulai Juni, Juli hingga September. Rata-rata pengunjung setiap bulan di atas 10.000 wisatawan.

Baca Juga: Gadget buat yang hobi mendaki gunung >>>