Puan Maharani, Perempuan Pertama Pimpin DPR

Dalam sejarah Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani merupakan perempuan pertama yang memimpin DPR. Mantan menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan yang juga politikus PDI Perjuangan Puan Maharani resmi dilantik menjadi ketua DPR RI. Puan dilantik dalam Rapat Paripurna ke-2 DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (1/10) malam.

Puan Maharani, Perempuan Pertama Pimpin DPR
(Sumber Gambar: Kumparan)

 

Puan menjadi perempuan pertama yang menjadi ketua DPR. Langkah Puan mirip dengan ibunya, Megawati, yang menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia. Puan Maharani menjadi anggota legislatif dari Partai PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Jawa Tengah V. Ia memperoleh 404.034 suara dalam Pemilu Legislatif 2019.

Hasil itu membuat Puan yang pernah beberapa kali terpilih sebagai anggota DPR itu menjadi caleg dengan suara terbesar pada Pemilu 2019. Otomatis, Puan menjadi ketua DPR RI. Pelantikan Puan dihadiri ratusan anggota dewan terpilih. Tercatat hingga pukul 19.30 kemarin, dari 575 anggota dewan, pelantikan Puan dihadiri oleh 265 anggota dewan

Puan memulai pengalaman keorganisasian saat masih muda dengan menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tahun 2006. Kemudian menjadi pengurus PDI Perjuangan.

Di internal partai tersebut, Perempuan lulusan Jurusan Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini pernah menjadi pengurus dalam DPP PDIP bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga periode 2010-2015.

Puan pertama kali mengikuti pemilu pada 2009. Ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif mewakili PDIP di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V yang meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali. Puan terpilih dengan meraih 242.504 suara dan ditempatkan di Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan.

Pada pemilu 2014, Puan kembali maju sebagai caleg di dapil yang sama. Ia kembali menang dengan memperoleh 369.927 suara.

Puan kemudian ditempatkan di Komisi VI DPR yang membidangi industri, investasi, dan persaingan usaha. Ia kemudian ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di kabinet kerja Presiden Joko Widodo periode 2014-2019.

Puan menjadi satu-satunya menko yang tidak terkena reshuffle atau pergantian kabinet kerja jelang satu tahun masa pemerintahan Jokowi pada Agustus 2015. Saat itu sejumlah menko diganti yakni Menko Perekonomian, Menko Maritim, dan Menkopolhukam.

Oleh beberapa pihak, hal itu dinilai tak lepas dari keberhasilan Puan mengantarkan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemenang dalam Pemilu 2014. Selain itu, Puan pun putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sebelum menjadi Ketua DPR 2019-2024, Puan Maharani menjabat sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan KebudayaanSebelum menjadi Ketua DPR 2019-2024, Puan Maharani menjabat sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Dok. Kemenko PMK)

Terakhir, Puan mundur dari jabatannya di Kabinet Kerja Jokowi karena meraih posisi di kursi Ketua DPR RI mewakili PDIP untuk masa jabatan 2019-2024. Dia menjadi caleg dengan perolehan suara terbanyak, yakni 404.034 suara.

 

"Marilah kita jaga bersama kepercayaan yang telah diberikan rakyat tersebut melalui kerja keras, kerja cerdas, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan fungsi dan peran DPR yang dapat memenuhi aspirasi dan harapan rakyat," tutur Puan Maharani.

 

"Rakyat telah memberikan kepercayaan kepada kita sebagai wakil-wakilnya, melalui fungsi legislasi, anggaran, pengawasan serta memperjuangkan aspirasi masyarakat, DPR RI diharapkan mewujudkan tujuan bernegara kita, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia," ucap Ketua DPR RI 2019-2024 Puan Maharani.

 

Baca Juga: Bermodal HP bisa jadi Youtuber >>>