Traveling, hobi yang membahagiakan.

Melakukan kegiatan yang kita sukai merupakan sesuatu hal yang menyenangkan. Bagi setiap orang pastinya selalu menyisihkan waktu untuk melakukan hobi di tengah kesibukannya. Salah satunya dengan traveling.

Traveling, hobi yang membahagiakan.
(Sumber Gambar: Phinemo)

Akan lebih baik menghabiskannya untuk hal-hal seperti menonton konser musik penyanyi favorit, belajar keterampilan baru atau traveling. Pengalaman-pengalaman yang membekas di hati dan diri kita akan menimbulkan kebahagiaan yang bisa bertahan lebih lama.

Kebanyakan orang -atau mungkin semua- hidup untuk mengejar kebahagiaan. Ada salah satu hobi yang menurut saya dan sebagian orang cukup mengasyikkan dan membahagiakan, yaitu hobi traveling.

Walaupun banyak yang bilang jika traveling itu kegiatan yang hanya untuk menghambur hamburkan uang, ajang pamer, dan menghabiskan banyak waktu serta tenaga. Namun ada juga yang bilang jika Traveling itu sekedar untuk merilekskan pikiran dari rutinitas yang membuat stres. Tetapi itu semua tergantung dari bagaimana kita menyikapinya.

Pernah mendengar pepatah, "Traveling adalah saat kita banyak menghabiskan uang namun justru membuat kita semakin kaya?"

Traveling bukan hanya jalan-jalan, bekerja di tanah perantauan pun itu termasuk traveling. Jangan ragu untuk berkelana, merantau, dan mencari penghidupan di tanah orang, karena dibalik itu semua terdapat banyak ilmu yang akan didapatkan. Selain itu, dengan traveling melihat dunia dan alam-alam ciptaan Tuhan, semakin membuat kita merasakan bahwa dunia itu luas dan betapa indahnya ciptaan-ciptaan Tuhan.

Traveling membuat kita mengenali arti kebahagiaan dan bersyukur. Di saat perjalanan dan melakukan traveling, kadang kita tidak berfikir berapakah jumlah uang kita, yang terpenting adalah apa yang kita dapat. Dari sini saya menjadi sadar bahwa uang hanyalah alat, alat untuk membeli kebahagiaan, dan belum tentu ada uang pun bisa mendapatkan kebahagiaan.

Uang memang bisa membeli kebahagiaan, tapi hanya sampai titik tertentu. Bagaimanapun adaptasi diri kita pada objek kebahagiaan akan mempengaruhi lama tidaknya kebahagiaan itu bertahan.

Memang masing-masing pribadi mempunyai kebahagiaannya masing-masing, namun untuk saya kebahagiaan paling sempurna adalah ketika kita bersyukur, bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita, termasuk pantai-pantai, gunung-gunung cantik di sekitar kita.

Traveling membuat diri kita dikelilingi energi positif

Saat traveling, rasanya hati selalu selalu bahagia. Saat perjalanan pun kita bertemu dengan orang-orang baru dan kita memercayainya tanpa memandang siapa dia. Dari sifat positive thinking itu diharapkan bisa ditularkan juga ke kehidupan kita mulai dari pekerjaan, kebiasaan sehari-hari, untuk selalu menjaga energi positif di dalam diri kita.

Coba amati orang-orang dekatmu yang hobi melakukan perjalanan, mereka adalah orang yang pandai mengelola emosi mereka.

Bukan berarti mereka tak pernah frustasi dalam hidup, namun orang dengan kadar kebahagiaan lebih tinggi akan mampu mengontrol emosi negatif yang muncul. Jangan heran jika energi mereka seperti tak pernah habis dengan muka yang selalu berseri.

Baca Juga: Gadget buat yang hobi mendaki gunung >>>